Menyusuri Jejak Budaya Desa Blimbing: Eksplorasi Kesenian Singo Ulung, Topeng Konah, dan Tradisi Ojhung

Desa Blimbing merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki luas sekitar 21,14 km² yang berlokasi sekitar 20 km dari pusat kota Bondowoso. Masyarakat Desa Blimbing merupakan masyarakat campuran Jawa dan Madura atau yang disebut Mandalungan dengan mayoritas masyarakat memiliki pekerjaan sebagai petani. Pada Tahun 2021, Kabupaten Bondowoso secara resmi mencanangkan Desa Blimbing sebagai Desa Budaya. Peresmian ini menjadi momen penting karena  Desa Blimbing merupakan tempat asal dari berbagai budaya yang saat ini menjadi ikon dari Kabupaten Bondowoso.

Kesenian Singo Ulung merupakan warisan budaya paling menonjol dari Desa Blimbing. Tarian ini diciptakan oleh tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat Blimbing, yaitu Juk Seng, yang juga merupakan pembabat alas Desa Blimbing. Seni pertunjukan Singo Ulung berupa tarian yang menyerupai singa yang disakralkan oleh masyarakat setempat. Bagi warga Blimbing, Singo Ulung diyakini sebagai wujud dari roh leluhur desa, sehingga kehadirannya merupakan hal penting ketika diadakan ritual atau selamatan. Selain Singo Ulung, Topeng Kona juga berasal dari Desa Blimbing. Topeng Kona merupakan salah satu unsur seni yang ada dalam seni pertunjukan Singo Ulung. Topeng Kona tercipta dari kearifan lokal masyarakat desa yang dibawakan juga oleh Juk Seng. Kesenian ini biasa ditampilkan dalam berbagai perhelatan adat desa, khususnya pada rangkaian upacara rokat atau bersih desa yang digelar setiap tanggal 15 sya’ban setiap tahunnya. 

Tradisi lain yang ada dalam rangkaian seni pertunjukan di upacara rokat adalah Ojhung, yaitu sebuah ritual adu ketangkasan menggunakan rotan yang dipercaya masyarakat sebagai bagian dari doa memohon turun hujan. Tradisi ini digelar bersamaan dengan dengan rangkaian upacara adat desa, menyatu dengan pertunjukan Singo Ulung dan Topeng Kona, dalam rangkaian perayaan yang dikenal oleh warga setempat dengan sebutan Ghadisah, yaitu selamatan sekaligus perayaan hari jadi desa yang telah dilaksanakan secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Melalui penetapannya sebagai Desa Budaya, Desa Blimbing tidak hanya sekedar menjaga warisan leluhur agar tidak punah, tetapi juga memperkokoh identitas Kabupaten Bondowoso di mata dunia. Tradisi tahunan Ghadisah, dengan megahnya Singo Ulung, sakralnya Topeng Kona, dan ketangkasan Ojhung, menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal masyarakat Mandalungan tetap hidup dan relevan melintasi zaman. Kini, tantangan berada di tangan generasi muda untuk terus merawat api budaya yang telah dinyalakan oleh Juk Seng ratusan tahun silam.

Share Berita Ini