Menjangkau Kesehatan hingga ke Pelosok Dusun: Catatan Posyandu dan Imunisasi di Desa Blimbing

Setiap 1 bulan sekali, layanan kesehatan dasar di Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso bergerak dari satu dusun ke dusun lain. Kegiatan posyandu yang menargetkan ibu hamil, balita, dan lansia ini menjadi salah satu program rutin, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk belajar langsung dari aktivitas kehidupan desa. Posyandu di Desa Blimbing pada bulan ini dilaksanakan secara bergilir dalam empat titik pelayanan. Pelayanan pertama berlangsung di balai desa, melayani warga Dusun Krajan 1 dan Krajan 2. Pelayanan kedua digelar di Dusun Blimbing Tengah dan Blimbing Lor. Pelayanan ketiga di Dusun Tanah Merah, dan pelayanan keempat menjangkau Dusun Gedingan serta Alas Lanjang.

 

Sasaran posyandu meliputi tiga kelompok, yaitu ibu hamil, balita, dan lansia. Dari pemeriksaan yang dilakukan, dua penyakit yang paling banyak ditemukan pada kelompok lansia adalah hipertensi dan diabetes melitus, dua kondisi yang umum tetapi butuh pemantauan berkelanjutan, terutama di wilayah yang akses ke fasilitas kesehatan lanjutannya cukup sulit dijangkau.

Pada ibu hamil, ditemukan risiko stunting yang cukup signifikan, yaitu sekitar 3 dari 8 ibu hamil mengalami anemia, salah satu faktor risiko utama stunting pada anak yang sedang dikandungnya. Sementara pada anak-anak, tercatat sekitar 8 anak dengan indikasi stunting, tetapi seluruhnya sudah dalam pendampingan dan perawatan dari Puskesmas Kecamatan Klabang.

Selain posyandu, kegiatan imunisasi juga dilaksanakan di tiga sekolah dasar yang tersebar di wilayah desa, antara lain SDN 1 Blimbing (terletak di Dusun Krajan), SDN 2 Blimbing (terletak di Dusun Gedingan), dan SDN 3 Blimbing (terletak di Dusun Alas Lanjang). Imunisasi kali ini menyasar siswa kelas 1 dan kelas 5 dengan jenis vaksin campak. Pemilihan dua jenjang kelas ini karena kelas 1 mewakili siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar dan perlu pembaruan status imunisasinya, sementara kelas 5 menjadi sasaran booster untuk memastikan kekebalan tetap terjaga menjelang masa pubertas.

Tantangan terbesar dalam pelaksanaan posyandu dan imunisasi bulan ini ada pada akses menuju Dusun Gedingan dan Dusun Alas Lanjang. Jarak dari pusat desa ke dua dusun tersebut mencapai 10 hingga 15 kilometer, dengan kondisi jalan berbatu, menanjak, dan tidak rata. Medan seperti ini menuntut waktu tempuh lebih lama dan persiapan fisik, baik bagi tenaga kesehatan maupun kader yang membawa peralatan posyandu. Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa pemerataan layanan kesehatan di desa bukan hanya soal jadwal dan tenaga, tapi juga soal infrastruktur jalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN juga ikut mengambil bagian pada beberapa titik teknis, antara lain membantu pendataan peserta yang hadir, membantu administrasi pencatatan, serta membantu pelaksanaan kegiatan teknis yang memungkinkan, seperti mengecek timbangan dan mencatat hasil pengukuran tinggi badan. Meski perannya tergolong pendukung, keterlibatan ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana layanan kesehatan dasar di desa berjalan, mulai dari keterbatasan tenaga kader, medan yang menantang, hingga pentingnya ketelitian dalam setiap pencatatan data kesehatan warga.

Posyandu dan imunisasi bulan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan dasar di Desa Blimbing terus berjalan meski dihadapkan pada tantangan geografis. Konsistensi kader posyandu yang rela menjangkau dusun-dusun terjauh, serta sinergi dengan Puskesmas dalam menangani kasus-kasus seperti stunting dan anemia, menjadi modal penting bagi kesehatan masyarakat desa ke depan.

Share Berita Ini