Langkah Kecil Desa Blimbing Bersama Mahasiswa KKN-K Kelola Sampah
Kelompok Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Islam Jember (UIJ) merealisasikan program kerja pembuatan insenerator sampah di Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Program ini direncanakan untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga setempat.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Blimbing terbiasa membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai. Kebiasaan ini karena di desa tersebut belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun sistem pengangkutan sampah yang memadai. Akibatnya, sungai menjadi pilihan paling praktis bagi warga untuk membuang sampah, meski dampaknya berisiko besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, mulai dari pencemaran air, penyumbatan aliran sungai, hingga potensi banjir saat musim hujan.
Melihat kondisi ini, kelompok KKN-K UNEJ dan UIJ yang ditempatkan di Desa Blimbing melakukan observasi dan pendekatan langsung kepada warga serta perangkat desa. Dari hasil pengamatan tersebut, kelompok KKN-K menyimpulkan bahwa akar masalahnya bukan semata soal kesadaran lingkungan, melainkan ketiadaan fasilitas pengelolaan sampah yang layak. Berdasarkan temuan itu, kelompok KKN-K merancang program kerja berupa pembuatan insenerator sampah sederhana sebagai solusi jangka pendek sekaligus edukatif bagi warga.
Insenerator sampah dipilih sebagai solusi karena dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan tanpa memerlukan lahan pembuangan yang luas seperti TPA konvensional. Alat ini bekerja dengan cara membakar sampah, terutama sampah anorganik dan sampah kering, pada suhu tinggi di dalam ruang bakar tertutup sehingga proses pembakaran lebih terkendali dibandingkan membakar sampah secara terbuka di lahan warga.
Program pembuatan insenerator sampah ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, mulai dari sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa dan ketua RT, survei lokasi penempatan alat, pembelian bahan material, proses pembangunan insenerator, hingga uji coba dan serah terima kepada warga dan pemerintah desa. Proses pembangunan yang berlangsung pada 11 Agustus 2026 dengan didampingi langsung oleh pendamping desa dari kecamatan, ketua RT 6, dan sejumlah warga sekitar yang turut membantu jalannya kegiatan. Seluruh biaya dan material pembuatan insenerator berasal dari swadaya mahasiswa kelompok KKN-K sendiri, sebagai wujud komitmen mereka untuk benar-benar memberikan solusi nyata bagi warga desa. Kelompok KKN-K turut melibatkan warga dalam proses pembangunan sebagai bentuk transfer pengetahuan, sehingga masyarakat dapat mengoperasikan dan merawat alat tersebut secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-K UNEJ dan UIJ berharap kebiasaan membuang sampah ke sungai di Desa Blimbing dapat berkurang secara bertahap. Keberadaan insenerator sampah diharapkan menjadi solusi praktis di tengah ketiadaan TPA, sekaligus mendorong perubahan pola pikir warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa, di mana mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga turut memberikan solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.